New Page 3

 Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

Customer Service I
(Mh.Shodiq)

Telp/SMS :

089 680 708 282

081 328 131 411

Whatsapp :

089 680 708 282

Line :

089 680 708 282

BB Messenger : D4A6D2FA

Email : membukabatin@gmail.com

Customer Service II
(Mutia)

Telp/SMS :

089 668 981 114

085 784 305 056

Whatsapp :

089 668 981 114

Line :

089 668 981 114

BB Messenger : D42902C8

Email : membukabatin@gmail.com

Tips Agar Anda Menjadi Kaya

Seorang pepatah pernah mengatakan, “Jika kau ingin kaya, maka bertingkah lah seperti orang kaya. Jika kau ingin sukses, maka bertingkah lah seakan-akan kau sukses”. Siapa yang tidak pernah mendengar kata-kata itu? Tentu semua orang sudah pernah mendengarnya. Bahkan sudah sangat melegenda di kalangan umum.

garis pembatas

Bagaimana bisa sebuah kata-kata dapat dijadikan sugesti untuk menarik kekayaan?

Ingin Menjadi Kaya - Amalan Dana GhaibUmumnya manusia hanya berpikir secara singkat tentang apa yang kemudian ia lakukan. Sebuah kata-kata yang muncul dapat dijadikan sugesti untuk menarik kekayaan. Caranya? Mudah saja. Jika orang kaya suka membelanjakan hartanya untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan, maka lakukan lah hal itu juga. Jika mereka lebih suka makan bersama anak-anak yatim, mengapa Anda tidak mencoba untuk melakukannya juga? Jika kebanyakan orang kaya yang dermawan selalu menyisihkan pendapatannya untuk yang membutuhkan, mengapa Anda hanya diam dan hanya menjadi penonton saja?

Istilah menjadi kaya bukan hanya kaya akan harta yang dimilikinya. Sejatinya, 2,5 % pendapatan yang kita dapatkan adalah hak mereka yang membutuhkan. Jika hak-hak tersebut tidak sampai kepada pemiliknya, apa yang akan terjadi? Sama saja kita telah memakan makanan yang haram. Karena 2,5 % dari pendapatan kita bukanlah milik kita seutuhnya.

Islam selalu mengajarkan hal yang baik dan melarang hal yang membawa madlarat bagi umatnya. Dalam hukumnya yang harus menyisihkan 2,5 % tersebut memiliki makna sebagai penyucian harta.

Ada sebuah pertanyaan yang membuat saya merasa miris. Mengapa Allah SWT menakdirkan seseorang ada yang miskin dan ada yang kaya? Mengapa semua orang di bumi ini tidak ditakdirkan menjadi kaya saja? Toh kalau semua orang kaya tidak akan ada pengemis, gelandangan dan orang yang mati karena kelaparan.

Pertanyaan yang kreatif menurut saya

Semua orang berhak menanyakan sesuatu. Allah SWT menciptakan sesuatu tidak ada yang sia-sia. Begitu pun dengan Allah SWT tidak menciptakan semua manusia dalam keadaan kaya. Hakikatnya, keberadaan orang-orang miskin adalah sebagai ujian bagi orang kaya. Sejauh mana orang-orang kaya tersebut mampu menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT.

Harta adalah sebuah ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Allah SWT berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah, 2: 155).

Mengapa masih ada yang miskin? Padahal Allah SWT maha kaya. Pertanyaan ini sama dengan pertanyaan, mengapa masih ada orang yang berambut gondrong? Padahal tukang cukur sudah tersebar di mana-mana. Sama bukan? sejatinya, yang salah bukan tukang cukurnya. Melainkan orang yang gondrong tersebut tidak mau datang kepada si tukang cukur untuk mencukur rambutnya.

Kemiskinan tidak dapat dijadikan alasan seseorang untuk membenci Tuhannya. Jika ia menyalahkan takdir, mengapa dia tidak mencoba mendekatkan diri kepada Allah dan berdo’a? Bukan kah do’a dapat merubah takdir?

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketentuan Allah) kecuali do’a dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat kebaikan” (HR Tirmidzi dalam kitab sunannya).

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kami” (QS. Al Hujurat: 13).

Dari ayat di atas sudah sangat dijelaskan bahwasannya orang yang paling mulia di hadapan Allah SWT bukan lah dia yang memiliki harta berlimpah dan derajat yang tinggi. Tetapi kekayaan dan kemuliaan yang sesungguhnya di mata Allah adalah dia yang paling bertaqwa di antara yang lain.

CUSTOMER SERVICE

Customer Service I (Mh.Shodiq)

Telp / SMS:

089 680 708 282 / 081 328 131 411

WA / Line :

089 680 708 282

BB Mesengger

D4A6D2FA

Customer Service II (Mutia)

Telp / SMS:

089 668 981 114 / 085 784 305 056

WA / Line :

089 668 981 114

BB Mesengger

D42902C8